>>> JUAL RUNNING TEXT LED MURAH <<< UNTUK TEMPAT IBADAH, PERKANTORAN, PERTOKOAN atau USAHA LAINNYA >>> Cack Sye 081332231151 - PIN BBM D1661A99

Kamis, 29 Februari 2024

JANGAN TAKUT MENGHADAPI UJIAN

 بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

Kalo kita berusaha mencermati situasi di sekitar kita saat ini, terasa betapa kehidupan ini dirasakan sangat berat.

Di dalam Al-Qur'an terdapat banyak pengajaran, nasihat-nasihat, peringatan tentang kehidupan bagi orang-orang yang bertaqwa, yang berjalan di jalan Allah.

Salah satu nasihat didalam Al- Qur'an adalah La Takhaf Wa La TahzanInnallaha Ma'ana " ( QS. At Tabah ; 40 )

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
"La tahzan innallaha ma'ana"

Artinya: "Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita".


Tahukah Anda apa yang harus kita lakukan untuk menghadapinya?

Islam adalah agama yang sempurna, agama yang hanif, agama yang telah mengajarkan bagi pemeluknya jalan terbaik untuk menghadapi kehidupan ini. Dari perkara yang sangat besar sampai yang terkecil sekalipun. Dari masalah yang terpenting hingga masalah yang sepele sekalipun. Semuanya sudah diajarkan dalam agama ini, tinggal kita mau mempelajarinya ataukah tidak...?

Termasuk dalam masalah menghadapi suatu ujian, agama kita sudah memberikan petunjuk untuk bisa menyelesaikan berbagai ujian kehidupan tersebut, diantaranya:

Pertama, kita harus yakin bahwa cobaan itu merupakan ekspresi cinta Allah pada hamba-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala memberikan cobaan agar kita menjadi lebih dewasa dan matang dalam mengarungi kehidupan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberi-Nya cobaan.” (HR. Bukhari)

Kedua, yakini bahwa makin besar dan banyak cobaan yang Allah turunkan kepada kita, makin besar pula pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita jika kita bisa menyelesaikan setiap ujian itu secara baik. Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala itu mencintai suatu kaum maka Ia mencobanya. Barang siapa yang rela menerimanya, ia mendapat keridhoan Allah, dan barang siapa yang murka, maka ia pun mendapat murka Allah.” (HR. Tirmidzi)

Ketiga, yakinlah bahwa setiap ujian itu akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita kerjakan. Abu Sa’id dan Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keempat, Apalagi kalau Kita selalu berpikir positif bahwa apapun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan ... !. Abu Yahya Shuhaib bin Sinan berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh menakjubkan sikap seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, ia bersabar, maka itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)

Kelima, kita harus yakin bahwa setelah dalam kesulitan pasti ada kemudahan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al Insyirah ayat 5-6: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” Ingatlah, janji Allah pastilah benar.

Keenam, kita harus selalu optimis bahwa kita bisa menyelesaikan setiap ujian yang Allah berikan, karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Optimisme bisa melahirkan energi yang tersembunyi dalam diri kita, karena itu optimisme bisa menjadi bahan bakar untuk menyelesaikan segala persoalan. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Ketujuh, kita harus menghadapi ujian dengan usaha dan do’a. Kerahkan segala ikhtiar untuk menyelesaikan setiap ujian, dan bingkai usaha itu dengan do’a. “Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al Insyirah: 7–8).

“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do’amu.” (QS. Al-Mu’min: 60)

Nah... apapun yang menimpa diri kita, Insya Allah akan menjadi kebaikan kalau dihadapi dengan sikap positif, optimisme, ikhtiar yang maksimal dan dibingkai dengan do’a. Sesungguhnya pertolongan Allah akan turun kalau kita berada di klimaksnya ujian.

So... jadikanlah ujian sebagai tangga untuk meraih pertolongan dan cinta Allah subhanahu wa ta’ala.

Wallahu musta’an....