>>> JUAL RUNNING TEXT LED MURAH <<< UNTUK TEMPAT IBADAH, PERKANTORAN, PERTOKOAN atau USAHA LAINNYA >>> Cack Sye 081332231151 - PIN BBM D1661A99

Minggu, 17 Desember 2017

NETRALISIR

Djoko Supriatno  >>>  Motivator of Indonesia Hypnoteraphy

Mumpung pingin berbagi info

KLENIK SANTET DAN MAHLUK HALUS

Santet dan mahluk halus itu energi bermuatan negatif (-).
Bumipun ternyata memiliki muatan (-). Dalam hukum C Coulomb dikatakan bahwa muatan yang senama sejenis akan saling tolak menolak dan muatan yang tidak senama justru akan tarik menarik.

Rumusnya :
F = K * ((Q1*Q2)/R^2)

F = gaya tarik menarik
K = Konstanta
Q1, Q2 = muatan
R = jarak

Menolak santet mendasar pada hukum C Coulomb dengan cara :

Cara 1
Tidurlah dilantai yang langsung menyentuh bumi. Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 Cm. Dengan tidur dilantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan negatif (-) dari bumi.

Cara 2
Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan negatif (-). Mahluk halus, jin, santet dan sejenisnya akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi Kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. Jadi, alat ini akan ‘menghajar’ mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan ‘diusir’ juga.

Cara 3
Melakukan gerakan senam khusus dimana tapak kaki harus menyentuh bumi. 
Gerakan senam ini hanya punya satu gerakan inti saja jadi mudah sekali dilakukan oleh anak-anak hingga orang tua. 
Selain untuk penyembuhan berbagai penyakit medis yang sulit sembuh, senam ini cukup banyak menyelesaikan kasus santet juga. Ini murni senam, tanpa mantra atau pernafasan khusus.

Cara 4
Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-).
Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa ‘dingin’. Pohon yang memiliki muatan negatif (-) diantaranya seperti dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dan sebagainya.
Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus.
Biasanya, tanaman bermuatan negatif (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi) dibandingkan dengan tanaman bermuatan positif (+).

Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan positif (+) seperti pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu dan sebagainya yang tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal.
Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+) dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.

( Mengumpulkan berbagai sumber  ... Semoga bermanfaat )

🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

Kamis, 22 September 2016

ALLAH MEMBERI YANG TERBAIK UNTUK HAMBANYA

  
Tuhan itu memberikan yang terbaik untuk hambanya maka ikhlaslah untuk menerima segalanya sebagai jalan yang dipertunjukkan dan dipilihkan untukmu. jangan pernah menuntut keadilan Allah SWT, karena sesungguhnya Allah itu maha adil dan bijaksana.
 AllahuAkbar…

Jika ALLAH SWT memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal ini akan membuat kita lemah.. Kita tidak akan sekuat seperti apa yang kita harapkan, dan tidak akan pernah terbang seperti kupu2 itu.
Kita meminta Kekuatan…dan ALLAH SWT memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kita menjadi kuat.
Kita meminta kebijaksanaan…dan ALLAH SWT memberikan kita masalah2 yg harus kita pecahkan.
Kita meminta kemakmuran…dan ALLAH SWT memberikan otak dan kekuatan untuk bekerja.
Kita meminta Keberanian…dan ALLAH SWT memberi kita rintangan untuk kita hadapi.
Kita meminta Cinta…dan ALLAH SWT memberikan orang2 yg dalam kesulitan untuk kita bantu.
Kita meminta pertolongan…dan ALLAH SWT memberi kita kesempatan

” Kita tidak menerima apa yang kita inginkan….,
Tapi kita menerima apa yang kita butuhkan.

Jalanilah hidup tanpa ketakutan,
hadapi semua masalah dan yakinlah bahwa kita dapat mengatasi semua itu'

Fa biayyi aalaa-i rabbikuma tukadzdzibaan
…Nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang engkau dustakan…

Ayat Fa biayyi aalaa-i rabbikuma tukadzdzibaan diulang sampai 31 kali. Penganalogiannya adalah bilangan tersebut mendekati (atau sama dengan) jumlah hari dalam satu bulan. Jadi, pertanyaan Maka nikmat yang manalagikah dari Tuhanmu yang kamu dustakan? ditanyakan oleh Dia Sang Pemberi Nikmat setiap hari kepada makhluk-makhluknya, baik jin maupun manusia. Seakan-akan setiap hari kita ditanya oleh-Nya, “Nikmat manalagikah dari-Ku yang engkau ingkari? Ada tidak kondisi dalam sehari saja, yang saat itu Aku tidak memberikan nikmat kepadamu? Pikirkanlah, nikmat-nikmat yang telah Ku-berikan pada tiap jengkal tubuhmu, pada tiap tarikan nafsmu. Maka, mengapa engkau masih ingkar kepada-Ku? Mengapa engkau masih lalai untuk bersyukur kepada-Ku?”
Semua tentang keSABARan dan keIKHLASan.

Selasa, 10 Maret 2015

KUATNYA JIWA YANG TENANG


Melihat kebaikan dan keburukan dengan mata kepala saja tidak akan dapat mengetahui keadaan yang sebenarnya. Sesuatu yang elok dipandang mata kadang-kadang hanyalah tipuan belaka. Sesuatu yang buruk dipandang mata, kadang-kadang tersimpan sesuatu yang menguntungkan. Maka betapa pentingnya jika kita berlatih untuk mempertajam mata hati dan indera keenam.
Buta mata belum tentu membahayakan bagi kehidupan kita. Karena banyak orang yang buta matanya, tetapi masih mampu melakukan sesuatu yang terbaik bagi dirinya. Bahkan ia mempunyai keistimewaan, yakni lebih awas daripada kita yang memiliki mata normal. Namun jika mata hati telah buta, maka pertanda hancurlah kehidupan kita, baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.
Orang yang buta hatinya, seringkali merasa kecewa dalam menghadapi liku-liku kehidupannya, karena ia sering gagal dalam mengambil keputusan. Keputusannya lebih banyak meleset. Sebab, yang digunakan untuk mengambil keputusan lebih didasarkan pada penglihatan mata dan akal yang dipenuhi hawa nafsu. Jadinya, ia kurang cermat dan kurang hati-hati. Ia mudah terkecoh dengan fatamorgana serta khayalan-khayalannya sendiri.
“Dan barang siapa yang buta mata hatinya di dunia ini, maka buta pula di akhirat, jauh tersesat jalannya.”
“Sesungguhnya, bukan matanya yang buta, tetapi mata hatinyalah yang buta, yang berada di rongga dadanya.”
Orang-orang ini selalu menjaga hatinya dan alam bawah sadarnya agar tidak tercemar oleh debu-debu yang dapat membutakan. Karena itu, suasana hati orang-orang yang  tenang karena selalu berprasangka baik kepada siapa pun, tidak membenci, tidak dendam, tidak iri hati, tidak sombong dan tidak riya’.
Sebab, sederetan penyakit semisal sombong, benci, dendam, iri hati dan sebagainya merupakan letupan emosi, bukan nurani yang berbicara, melainkan nafsu keserakahan.
Jika kita telah mendalami ilmu  dengan bersungguh-sungguh, maka akan dapat melihat betapa diri kita menjadi orang yang luar biasa.
Disamping itu, kita akan dapat dengan mudah menyerahkan hawa nafsu menurut kehendak Allah. Kita merasa tidak punya hak untuk memiliki, sekalipun pada diri sendiri. Karena menyadari segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah milik Allah, termasuk nyawa kita.

Barokallahu Fikum ...

Rabu, 17 Juli 2013

BERBAGI ITU INDAH



BAGI BAGI TA'JIL

Semua makhluk Allah di bumi, membutuhkan sebuah ketenangan dan kedamaian untuk meneruskan hidup. Bayangkan ketika kita berada pada kondisi yang segalanya serba tersedia dan mewah, namun pikiran kita kacau dan hati begitu kering. Maka semua nikmat tersebut hanya akan terasa seperti sekedar lewat dan pergi begitu saja tiada terkesan. Hidup pun terasa akan sangat kacau balau walau orang lain melihat kita dalam kesempurnaan. Maka tidak disangkal lagi, bahwa kedamaian dan ketenangan batin, sebenarnya adalah hal primer yang menjadi kebutuhan manusia.
Dari manakah kita bisa mendapat kedamaian itu, kedamaian yang akan ada seterusnya menyertai kita, dan bukan hanya sekedar kamuflase sesaat saja???
Saudaraku, bahkan semua itu adalah sangat mudah untuk ditemukan. Bahagiakan orang lain karena mengharap ridho Allah, maka hidupmu Insyaallah akan terasa bahagia.
Memperlakukan orang lain sebaik kita memperlakukan diri sendiri, adalah seperti membuka lebar- lebar kesempatan untuk kebaikan agar selalu menyertai kita. Dan begitu kebaikan selalunya ada bersama kita, maka insya Allah kedamaian akan dengan mudahnya datang kepada kita.
Lalu, mengapa masih ada dari kita yang harus selalu menuntut orang lain untuk menjadi sumber kebahagiaan bagi diri kita, bukankah akan lebih elegan jika hebatkan diri kita dengan menjadi pemasok kedamaian bagi batin orang lain dengan memperlakukan mereka secara baik, bahkan lebih baik ...

Mungkin banyak dari kita yang mengeluhkan bahkan saat kita telah mencoba sebaik- baiknya untuk berbuat baik kepada orang lain, namun mereka tetap saja berbuat jahat kepada kita. Namun yakinlah saudaraku, bahwa kebaikan yang kita lakukan tidak akan pernah sia- sia. Dan kebaikan itu juga seperti sebuah bumerang yang efeknya akan kembali kepada diri kita kembali. Sabar itu tidak memiliki batas seperti halnya surga yang begitu luas yang insyaallah akan menjadi hak milik bagi setiap kita yang memilih untuk tetap menjadi pribadi baik dan membaiki orang lain. Dan hal ini hanya akan berlaku untuk para hambanya yang yakin. Yakin pada kebesaran dan keadilan Allah, yang Maha atas segala- galanya.
Hanyalah manusia mulia yang dapat memperlakukan sesamanya dengan mulia
Mari kita belajar tentang keindahan kasih sayang Allah atas kita. Di dunia ini benar- benar tiada hal yang lebih indah melainkan Allah, tiada yang lebih mendamaikan melainkan Allah. Kasih sayang Allah adalah yang maha mempesona. Darinya kita banyak belajar tentang banyak keindahan yang tidak akan dapat dihitung dengan pikiran manusia. Allah tetap mencintai kita dan memperlakukan diri kita secara sangat baik, betapapun kita selalu mengkhianati Allah sepanjang waktu.
Marilah pula kita belajar tentang kemuliaan akhlak Baginda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang selalu santun dan baik dalam kesehariannya . Dari beliau kita belajar bahwa, hanyalah manusia mulia yang dapat memperlakukan sesamanya dengan mulia.
Sungguh, tidak ada yang lebih menyejukkan selain sebuah akhlak yang baik, yang tercermin dari ketulusan kita untuk memberikan yang terbaik yang kita bisa untuk orang lain. Perlakukan orang lain dengan baik, sebaik kita ingin diperlakukan baik oleh mereka, hanya karena Allah saja. Bukan karena niat ingin dipuji apalagi dicintai secara lebih oleh manusia. Memang akan susah untuk dilakukan, namun ingatlah saudaraku, bahwa kebanyakan manusia lazim melakukan yang dilakukan manusia kebanyakan. Maka istimewakan dirimu dengan hal yang akan sulit rasanya di awal tapi insyaallah akan berakhir pada kemuliaan atas dirimu. Dan sebuah kemuliaan seorang manusia, tentu saja akan tetap akan ada, bahkan saat manusia tersebut sudah tiada. Insyaalllah...
sedikit atau banyak nikmat yang dianugrahkan oleh Allah kepada kita, tiada artinya ketika kita tidak diberi hidayah untuk berbagi kepada hambaNya yang lain
Tidak akan hilang ilmu yang kita bagi, melainkan akan membuat kita kaya akan pengetahuan yang lebih banyak ....  karena BERBAGI tak pernah RUGI.